Header Ads

Howlerness, Ketika Gangster Amatir Bermain Rock

Howlerness di salah satu stage dalam rangkaian event Ponorogo Indie Weekend
Trio rock amatiran, begitu mereka mengidentifikasi diri. Sebab rendah hatinya adalah karena mereka menganggap diri sebagai pelaku seni yang selalu saja merasa minim skill dan kurang puas. Well, semoga saja perasaan tersebut justru membuat band ini lebih "berbirahi" dan semakin pantas sebagai penyandang "rock band".

Anggin Yudistira, di event Fuck Your Band Fest 2017 di Malang
Dalam sejarahnya, mereka sempat memakai nama F.A.H.G (Fully Amateur Howling Gangster) yang pada masa itu ada Waga Ona dan Eko Dio berada di posisi Bass dan Gitar sebelum keduanya memutuskan untuk hengkang dari band. Sejak saat itu dua personel tersisa yaitu Anggient dan Amir mulai memikirkan bagaimana cara selanjutnya untuk tetap bisa mengasuh band ini. Merasa perlu memperbaharui semangat makan diputuskanlah memperbaharui citra band dan lahirlah filosifi HOWLERNESS ini.

Amirul, drummer Howlerness di event Rockin Battle Madiun

Kini Howlerness terdiri dari tiga bangsat karib yang memutuskan untuk tetap melolong diatas panggung, Ialah Anggient, Amir, dan Vini Oktavianto, tiga amatiran yang sejatinya mempunyai selera yang saling berbeda dalam bermusik, Anggient yang cenderung mengarah pada Garage Rock, bercampur dengan Amir yang lebih terpengaruh Punk dan Hard Rock, dijejali si pembetot bass yang cenderung berbau Classic Rock, Vini Oktavianto. Bayangkan apa jadinya dan betapa berantakannya jika tiga amatiran berbeda genre ini bercampur menjadi satu paket band, HOWLERNESS.

Bassist Howlerness, Vini Oktavianto


Kenali Trio Amateurish Rock ini di lebih dekat di:
Facebook            : https://www.facebook.com/howlerness
Twitter                : https://www.twitter.com/howlerness114
Youtube Channel: https://www.youtube.com/howlerness
Instagram            : https://www.instagram.com/howlerness

Diberdayakan oleh Blogger.