Voice of Youth vol. 2, Konsistensi Scene Indie Ponorogo Dalam Pergerakan Sosial Melalui Musik

VOY vol.2 Sebagai Bukti Konsistensi Pengabdian Sosial Scene Indie Ponorogo
 Sabtu (20/5) menjadi pembuktian konsistensi scene musik indie Ponorogo untuk ikut andil dalam peradaban sosial di kota sendiri ditandai dengan diadakannya event kedua Voice of Youth yang tahun lalu sukses memboyong Blingsatan dan The Flinstone untuk meramaikan event berkonsep charity ini.


"Untuk tahun ini tidak jauh dengan tahun lalu. Kemudian ada konten tambahan yaitu Mural Festival yang bekerjasama dengan komunitas baca Pustaka Pinggiran. Namun sangat disayangkan Mural Festival ini tidak dapat digelar karena ada beberapa kendala. Kemungkinan Mural Festival akan diundur pada puasa nanti", terang Amir, salah satu koordinator VOY vol.2.


Konsep charity yang sukses dilaksanakan pada event kali ini adalah donasi baju bekas layak pakai, buku (akan disumbangkan ke Pustaka Pinggiran), donasi uang, dan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Ponorogo.

Diiringi penampil-penampil dari band-band lokal Ponorogo dari berbagai genre. Seperti Fun Fun For Me, Howlerness, Lusa, Killing My Fantasy, dan masih banyak lainnya yang memanaskan acara sejak siang.

"Ya, semoga acara seperti ini akan terus ada. Selain sebagai wadah untuk tampil band-band lokal, juga sebagai salah satu wujud kepedulian para musisi di Ponorogo dalam hal sosial." Pungkas Amir sembari mengutip kata-kata W.S. Rendra,"Apalah arti sebuah kesenian jika jauh dari derita lingkungan".



Diberdayakan oleh Blogger.