Inter-Coffee-View With Chintya Dawn


Pada Sabtu kemarin (11/8) kota Ponorogo kedatangan musisi multi talenta dari negara Paman Sam, Chintya Dawn. Dalam rangkaian turnya di Indonesia ini Cindy, panggilan akrabnya, memasukkan Ponorogo kedalam jadwal kota yang dilalui. Sebelumnya musisi bergaya rambut nyentrik ini menyambangi Bogor, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan beberapa kota besar di Indonesia lainnya. Selain Indonesia sebenarnya Cindy terlebih dahulu memulai turnya dari Jepang kemudian ke Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Sore itu angin berhembus lumayan sejuk. Tim Benbenan.com mendapat kesempatan bercengkrama riang dengan Cindy di salah satu kedai kopi di Ponorogo. Cewek berwajah oriental ini sangat ramah. Dari obrolan ringan sampai hal yang emosional yang membuat Cindy meneteskan air mata. Berikut beberapa rekam-tulis obrolan kami sore itu.


KENAPA KAMU MEMILIH MENJADI SOLOIS DAN BERMAIN INSTRUMEN

Sebenarnya aku tidak cuma bernyanyi instrumental saja, aku juga bernyanyi. Aku pernah berada di band dan ini pertama kalinya aku menampilkan musikku dengan cara solo. Aku pikir aku harus mencoba memainkan musikku sendiri. Aku selalu iri kepada musisi lain yang membuat karya original mereka sendiri dan aku juga ingin membuat proyek musikku sendiri. 

ketika aku pindah ke Hawai aku bertemu dengan banyak musisi dari berbagai jenis genre. Tapi aku kesulitan menemukan partner yang tepat untuk bermain musik bersama. Makanya aku memutuskan untuk menjadi solois dan melakukan semuanya sendirian. Jika kamu ingin melakukan sesuatu, maka mulailah melakukannya sendiri dan jangan  bergantung kepada orang lain.

MUSIK ADALAH PELARIAN DAN JALAN KELUAR, APA KAMU SETUJU DENGAN ITU?

Sebenarnya musik-musik yang aku buat cukup berat dan emosional. Maksudku, ketika aku sedang bahagia aku lebih memilih menikmatinya dengan bercanda dengan teman atau pergi besenang-senang. Tapi musik-musikku dibuat ketika aku sedih dan marah. Aku perlu sesuatu untuk mengekspresikan diriku di situasi itu, dan musik menjadi jalan keluarku.


APA KESANMU TENTANG PONOROGO KETIKA PERTAMA KALINYA DATANG KESINI?
 Membandingkannya dengan kota-kota yang pernah aku kunjungi di Indonesia sebelumnya, saat pertama aku sampai disini aku pikir,”wow, tempat ini indah sekali”. Anginnya membuat nyaman, aku seperti tidak mendapatkan hembusan angin di kota-kota sebelumnya (tertawa). Rasanya seperti ada lautan di dekat sini padahal tidak. Sejuk sekali. Aku telah lama hidup di perkotaan. Kemudian aku merubah gaya hidupku dengan lebih dekat dengan alam. Dan disini, banyak pepohonan hijau, aku suka.
 
BAGAIMANA PENDAPATMU TENTANG SCENE MUSIC DI INDONESIA?

Ini petama kalinya aku ke Indonesia dan aku terkejut. Disini banyak sekali musisi-musisi hebat dan aku juga menemui komunitas musik noise yang besar di sini. 

Aku mengagumi kekuatan pertemanan mereka. Karena di beberapa kota besar hal-hal seperti itu sangat jarang terjadi. 



APA YANG KAMU HARAPKAN DARI PENONTON KETIKA KAMU BERMAIN DIATAS PANGGUNG

Aku tidak memasang harapan. Karena jika aku berharap maka ada kemungkinan aku kecewa. Tentu saja aku akan kecewa jika penonton tidak menikmati pertunjukkanku. Aku suka berinteraksi dengan penonton. Aku suka mencari tahu apa yang mereka rasakan. Ketika aku bernyanyi aku bernyanyi dengan penonton dan bukan bernyanyi ke penonton.

APA RENCANA BESARMU NANTI DENGAN MUSIK

Aku menyukai banyak genre musik. Aku mengajar musik klasik di sebuah sekolah di dekat aku tinggal, aku suka musik Latin dan Jazz, aku juga suka musik elektronik. 

Aku menemui banyak musisi hebat dan ingin berkolaborasi dengan mereka. Termasuk solo tour ini adalah harapan terbesarku yang sedang aku usahakan. 



APA GENRE YANG KAMU SUKAI DILUAR GENREMU SENDIRI

Aku pernah memainkan Heavy Metal. Aku pernah kolaborasi dengan musisi punk, hip-hop. Tapi jika nanti aku ingin bermain suatu musik tanpa harus memikirkan apapun, aku akan memainkan musik klasik. Karena kadang itu membawaku kepada ide-ide baru.

APA YANG INGIN KAMU CERITAKAN DARI LAGU-LAGUMU

Aku ingin bilang bahwa tidak apa-apa menjadi sedih dan muram karena selalu ada keindahan didalamnya. Karena kamu akan menjadi bahagia lagi.























ANDAIKAN MUSIK DILARANG KIRA-KIRA APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN

Itu tidak mungkin. Musik adalah bagian hidupku. Tapi jika itu terjadi, maka aku akan berbisnis atau semacamnya (tertawa).
APAKAH KAMU HIDUP DARI MUSIK ATAU MUSIK HANYA HOBI

Aku sungguh beruntung sudah bermain musik dan menjadikannya profesi sejak remaja. Makanya aku tidak perlu bekerja di restoran cepat saji atau semacamnya. 

Dan minat lainku adalah mengajar. Sekarang aku mengajar musik juga di salah satu sekolahan di Hawai. [Red:Abdulaziz]


Wawancara oleh : Abdul Aziz, Anggient
Foto oleh : Yakub Nugraha Lie, Ivan Faul

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.