5 LAGU FAVORIT DALAM DAN LUAR NEGERI DI TAHUN 2017 ALA BENBENAN.COM

Langsung saja, tanpa banyak fafifu, berikut daftar 5 track idola dari musisi-musisi dalam dan luar negeri di tahun 2017 berdasarkan selera hati dan telinga saya, yang hampir keseluruhan lagu-lagu ini saya dapat dan dengar, -untuk album-album dalam negeri beberapa di antaranya dengan membeli rilisan fisik mereka, sisanya yakni dengan streaming di kanal youtube. Sedangkan untuk album-album luar negeri hampir semuanya saya peroleh dari mengunduhnya secara ilegal melalui salah satu thread ‘nakal’ di forum kaskus. Sebuah pilihan yang ideal bagi saya, mengingat untuk membeli rilisan fisik album-album luar negeri bisa-bisa ongkir yang dibebankan lebih besar dari harga CD-nya itu sendiri. Ya, semoga di tahun 2018 ini hasrat untuk mendengar lebih banyak lagu/album khususnya musisi luar negeri bisa terpenuhi, dan tentunya secara legal. Sudah cukup bagi saya untuk menanggung ‘dosa’ yang lebih banyak lagi karena telinga ini melulu didulang oleh banyak bebunyian-bebunyian yang sifatnya ‘haram’ dan ‘terlarang’. Salah satu resolusi saya pribadi juga sih di tahun ini yaitu: BELI HP BARU! Karena dengan itu, saya bisa leluasa mengakes musik-musik baru di Spotify atau membelinya secara legal lewat kanal iTunes. Amen! Mari langsung saja!


DALAM NEGERI:

1      Adrian Yunan – “Mainan”
Diambil dari album: Sintas (2017)
Selepas berhenti (diberhentikan?) atas alasan kesehatan dari trio pop yang kini sudah tidak minimalis lagi, Efek Rumah Kaca, mantan pembetot bass mereka Adrian Yunan tak lantas mandeg begitu saja, ia memilih jalur solo dengan langsung merilis album perdana bertitel Sintas pada tahun lalu. Sebuah album yang baru saja diganjar sebagai salah satu dari 20 album terbaik tahun 2017 versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Sempat agak bingung juga dalam memilih track kesukaan dalam album ini, karena track-track di sekujur album ini nyaris seluruhnya menjadi idola. Akhirnya pilihan jatuh pada track yang berjudul “Mainan”. Sebuah lagu sederhana -simpel dalam hal komposisi dan tata suara. Pun lirik yang langsung ‘mengena’ sekaligus mudah dicerna. Sound-track yang sangat pas buat bapak-bapak muda yang saat ini tengah mempunyai anak berusia balita dan doyan mengonsumsi banyak mainan dalam proses dan tumbuh kembangnya.

"Lihatlah bodohnya aku merusak mainan anak ku.
Sadarlah dia kumpulkan pecahannya satu persatu."



2       Iksan Skuter – “Bapak”
Diambil dari album: Gulali (2017)
Sebuah lagu yang masih bertema hubungan cinta antara “Bapak dan Anak”. Namun bedanya, jika Adrian Yunan lewat lagu “Mainan” tadi menulisnya dari sudut pandang “Bapak”, maka Iksan Skuter di sini menulisnya dari sudut pandang “Anak”.

Mendengarkan pertama kali lagu ini justru ketika melihat penampilan Iksan Skuter di Folk Music Festival 2017. Kesan pertama mendengar lagu ini: “Anjir, ini lagu gue banget!” begitulah kurang lebih bahasa sok gaulnya. Gimana gak merinding coba kalau mendengarkan penggalan lirik yang seperti ini:

“Ada manusia yang paling ingin aku peluk. Tapi, aku malu. Tidak juga malu sebenarnya. Hanya angkuh sebagai lelaki dewasa”.

“Orang yang sepertinya tak peduli. Dengan apa yang kulakukan”.

“Diam-diam bertanya kabarku. Diam-diam menanyakan siapa wanitaku sekarang. Diam-diam menanyakan segala hal tentangku, pada Ibu...”.

 

3      AriReda – “Surat Cinta”
Diambil dari album: Suara dari Jauh (2017)
Akhirnya ada alternatif lain untuk menikmati karya-karya puisi dari beberapa penyair mahsyur tanah air, salah satunya yakni Goenawan Mohamad. Sedianya kita patut banyak berterima kasih kepada duo Ari Malibu dan Reda Gaudiamo, karena berkat 3 album penuh yang terhitung dari: Becoming Dew (2007), Menyanyikan Puisi (2015), dan yang paling mutakhir yaitu Suara Dari Jauh (2017), kita orang-orang ‘lemah’ ini bisa mabuk kepayang cukup dengan hanya memutar berulang berbagai bentuk musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono, Toto Sudarto Bachtiar, Abdul Hadi, dll -tanpa harus meminum ciu bergalon-galon dan sonder menelan berbutir pil triheksifenidil.

Sejatinya ada 4 track kandidat favorit saya dalam album Suara Dari Jauh ini, antara lain: “Z” , “Lagu Hujan”, “Senja pun Jadi Kecil, Kota pun Jadi Putih”, dan “Surat Cinta”. Cukup dengan satu alasan mengapa pilihan saya jatuh pada judul yang terakhir, karena sepertinya lagu ini akan saya nyanyikan secara duet dengan calon istri di acara resepsi pernikahan saya nanti J




4      Gardika Gigih – “Kereta Senja”
Diambil dari album: Nyala (2017)
Album perdana dari komposer sekaligus pianis muda asal kota gudeg, Jogja. Sudah sejak lama sebenarnya saya senantiasa mengikuti sepak terjangnya, karena beliau sangat rutin mengunggah karya-karyanya di akun Soundcloud pribadinya. Album ini bertempo satu jam lebih, tak bisa dinyana mengingat rata-rata per-lagu nya berdurasi di atas 5 menit.

“Kereta Senja” seketika langsung menjadi idola dibanding 12 lagu lainnya yang terangkum dalam album Nyala. Ada campur tangan Ananda Badudu (Ex. Banda Neira) juga dalam lagu ini, yang membuatkan lirik sekaligus mengisi departemen suara bersama dua vokalis wanita lainnya.

Intro lagu yang lumayan panjang, kurang lebih 5 menit dan lantas disambar oleh suara teduh Ananda Badudu berlirik super singkat, seperti ini:

“Pernahkah kau sedekat ini, ku berlari dan berlari.”
“Pernahkah kau merasa, jauh nyata dari asa.”
“Pernahkah kau mengejar, jauh takkan terkejar.”

 

5      Sisir Tanah – “Lagu Wajib”
Diambil dari album: WOH (2017)
Singkat saja untuk memberi alasan pribadi mengapa lagu ini senantiasa menjadi playlist wajib saya di sepanjang tahun 2017 kemarin. Adalah komposisi lirik cerdas yang ditulis oleh Bagus Dwi Danto, yang sejauh pengetahuan saya belum ada musisi lain yang ‘sanggup’ membuat struktur lirik lagu seperti ini:

“Yang wajib dari hujan adalah basah. Yang wajib dari basah adalah tanah. Yang wajib dari tanah adalah hutan. Yang wajib dari hutan adalah tanam. Yang wajib dari tanam adalah tekad. Yang wajib dari tekad adalah hati. Yang wajib dari hati adalah kata. Yang wajib dari kata adalah tanya. Yang wajib dari tanya adalah kita. Yang wajib dari kita adalah cinta. Yang wajib dari cinta adalah mesra. Yang wajib dari mesra adalah rasa. Yang (tak) wajib dari rasa adalah luka”.

 


LUAR NEGERI:

1      Liam Gallagher – “Paper Crown”
Diambil dari album: As You Were (2017)
Tahun 1991 bersama adiknya, Noel membentuk Oasis. Tahun 2009 Oasis bubar, lantas membikin proyek bernama Beady Eye, dan saya tidak begitu suka dengan dua albumnya. Tahun 2014 Beady Eye mengalami nasib serupa dengan Oasis, ya bubar juga. Tahun 2017 Liam memutuskan bersolo karir, dan hasilnya pada bulan Oktober lalu ia merilis debut albumnya, bertitel As You Were. Satu album yang berisikan 15 lagu dan hampir seluruhnya berkomposisi dan bertema santai, pun pastinya saya langsung suka. Mengapa memilih track Paper Crown sebagai lagu idola? Apabila kalian menggilai Champagne Supernova, saya berani bertaruh rumah dan sawah kalau kalian juga pasti akan suka dengan lagu ini. Bulan Januari 2018 ini siapa yang berencana akan menonton konsernya di Jakarta? Nebeng dong!

 

2      Alvvays – “In Undertow”
Diambil dari album: Antisocialites (2017)
Sepertinya kalian tak perlu repot-repot harus mengikuti sepak terjang band ini dari debut EP s/t mereka yang rilis setengah dasawarsa yang lalu. Pun jangan terlalu khawatir kalau musik ‘dreamy-dreamy’ dengan karakter vokal yang mengawang-awang tidak bisa kalian jadikan sing-along dalam sebuah pesta. Langsung saja putar album ini, sekonyong-konyong, “In Undertow” sebagai track pembuka dalam album ini membuat kalian seketika jatuh cinta dengan band ini. Suka Japanese Breakfast? Suka Fazerdaze? Yak, Alvvays dijamin akan semakin memperlengkap dan memperkaya playlist pada pemutar musik kalian, bahkan sepertinya bakal terus menjadi idola di sepanjang tahun 2018 ini.

 

3      Slowdive – “Sugar for the Pill”
Diambil dari album: s/t - Slowdive (2017)
Banyak kritikus musik yang berpendapat bahwa Slowdive sudah ‘habis’ semenjak suksesnya debut album mereka Souvlaki yang rilis tahun 1993, karena album-album mereka setelah itu dianggap aneh dan dikata jauh dari root Shoegaze itu sendiri. Namun sepertinya di tahun 2017, Slowdive telah ‘mematahkan’ pendapat-pendapat tidak mengenakkan tersebut. Mari buktikan sendiri dengan mendengarkan single “Sugar for the Pill” yang menurut saya cukup mewakili keseluruhan album terbarunya. Kualitas sound yang tentunya semakin baik dan terus membaik dari album-album mereka sebelumnya. Bagaimana? Sudah mendengarkannya? Apakah kalian juga sepakat dengan saya kalau sepertinya saya lebih mengidolai album terbarunya ini dibandingkan debut album mereka, Souvlaki?

 

4    Mac DeMarco – “One More Love Song”
Diambil dari album: This Old Dog (2017)
Eh siapa tuh? Jack Johnson? Ed Sheeran? Sana! Suruh cuci piring saja di rumah! Hahaha. Jujur, saya baru mengerti dan mulai menggali album-album Mac DeMarco sebelumnya sejak saya iseng mengunduh album terbarunya ini, dan seketika langsung kena di hati dan di telinga. Berulang kali memutar album ini, dan akhirnya pilihan lagu idola jatuh pada judul “One More Love Song”. Pengen dong tahun ini ke Singapore kalau ada duit, buat nonton langsung kang mas Mac DeMarco di Laneway Fest.

 

5      The National – “Dark Side of the Gym”
Diambil dari album: Sleep Well Beast (2017)
Mengerti pertama kali nama The National sepertinya kalau tidak keliru saya pernah membaca ulasan Rudolf Dethu tentang album perdananya yang rilis tahun 2000-an. Sempat langsung menggali dan mencari tahu, seketika langsung suka. Namun, setelah itu album-album mereka berikutnya saya tidak terlalu mengikuti.

Berselang dua dekade lamanya, saya mencoba untuk mengunduh album terbarunya ini. Dan inilah yang menjadi alasan single ini saya posisikan di rangking terakhir, karena saya masih lebih cenderung suka dengan beberapa materi di album Boxer mereka yang rilis tahun 2007. Namun terlepas itu, single ini juga yang termasuk awet nempel selalu di playlist pemutar musik hape saya, yang dari awalnya saya kira lagu ini seperti istilahnya ‘menyindir’ lagu Pink Floyd, eh ternyata sama sekali bukan. Hehehe.

 


Demikian daftar 5 lagu idola musisi dalam dan luar negeri yang rilis tahun 2017. Bagaimana, apakah kalian sepakat dengan daftar saya di atas? Apabila sepakat ya alhamdulilah, kalau tidak setuju ya mbok jangan nyinyir. Sana coba tulis sendiri list favorit kamu! Meskipun nyinyir adalah hak segala bangsa, namun nyinyir bukanlah suatu sikap yang menghasilkan sebuah solusi. Selamat tahun baru 2018 ya teman-teman!

[benbenan/neoan]





Benbenan.com terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui tulisan, foto, video, dsb. Langsung kirim ke benbenandotcom@gmail.com
nantinya setiap karya yang lolos editing akan kami terbitkan di laman benbenan.com
terimakasih, selamat berkarya!

1 komentar:

  1. Terima kasih sangat❤🙏❤ Dinanti duet bersama sang kekasih, ya🌻

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.