5 Lagu Favorit Karya Musisi Ponorogo Di Tahun 2017 Versi Benbenan.com

Setelah kemarin benbenan mengulas beberapa karya pilihan di tahun 2017 dari musisi - musisi dalam sampai luar negeri, sekarang saatnya untuk menengok ke pergerakan musik dalam kota. Oh ya, jangan sungkan untuk ketik dikolom komentar ya jikalau ada karya band Ponorogo yang menurut kalian keren dan tak masuk ke list kami.

Berada di skala kota kedua tak menyurutkan semangat para musisi asal kota Ponorogo untuk terus menelurkan karya - karyanya, terhitung sejak awal hingga penghujung tahun 2017 yang mana saya juga merasakan langsung seperti apa euforia industri musik di dalam kota. Emm... saya rasa cukup produktif, mulai dari band yang sudah berulang kali keluar masuk studio untuk mematangkan lagu-lagu baru, ada juga mereka yang sudah masuk dapur rekaman dan memang dengan sengaja belum mau merilis karyanya, sampai band yang sudah punya 10 lagu bahkan lebih alias siap untuk 1 album namun belum juga berani merealisasikannya karena terkendala tagihan yang harus dibayar ke salah satu studio recording yang terbilang cukup mahal untuk sekelas band miskin seperti mereka yang sehari-harinya masih harus mikirin urusan perut yang mencekam dan kebutuhan kuota yang menggoyahkan iman, hahaaa ya! dan sayangnya itu band saya sendiri. Lalu kenapa mentang - mentang saya diberi ruang lebih oleh tim malah jadi seenaknya curhat gini ya? Haha, sudah - sudah mari kembali ke topik pembahasan!. Disini saya memilih berdasarkan kriteria tim benbenan, salah satunya adalah band yang merilis lagu mereka sendiri secara resmi melalui akun mereka masing-masing, dan dari sana kami sudah memilih beberapa diantaranya untuk masuk kedalam list 5 lagu favorit benbenan.com tahun 2017 sebagai berikut:

1. Alligator - "Penerus Bangsat Bangsa"
Karena ulasan lengkap mengenai profil band yang satu ini sempat dimuat benbenan (klik disini) dan  mengenai EP albumnya juga sudah sempat di bahas oleh kawan saya Valentino Agasta beberapa waktu lalu (klik disini) jadi okelah saya ulas sedikit saja mengenai Alligator. Unit thrash metal asal kota reyog yang beberapa waktu lalu berhasil merilis EP album bertajuk Penerus Bangsat Bangsa ini nampaknya jadi band metal satu - satunya se-Ponorogo yang merilis karya di tahun 2017, mengingat beberapa band metal lainnya masih nyaman bermusik dengan hanya sekedar menampilkan lagu karya orang lain sewaktu pentas. Yaaa ndak papa, tidak mau berkarya adalah hak semua manusia.
Di dalam EP milik Alligator ada satu lagu berjudul Penerus Bangsat Bangsa, dan menurut saya inilah lagu terbaik di debut EP mereka. Hal pertama yang saya tangkap ketika pertama kali mendengarkan lagu ini adalah di bagian liriknya, yang mana unsur kritik sangat lantang disuarakan oleh mereka, yang kita lihat dari judulnya saja sudah jelas arahnya kemana, ditambah dengan unsur vokal yang memuaskan bagi siapa saja yang ikut menyanyikannya. Benar-benar racikan dan permainan emosi yang sangat apik!
"Penerus bangsat bangsa jangan buat kami idiot!"



2. Weak and Weary - "Lupakan"
Seakan ingin mengulang kesuksesannya bersama grup band Fun Fun For Me, Wendy mengajak Dotchy Abel (gitaris Zhei) mencoba project baru lewat grup duo pop punk Weak and Weary yang beberapa waktu lalu berhasil merilis single dan video klip pertamanya berjudul "Lupakan". Sebuah lagu yang punya makna yang mendalam, kalau dari sudut pandang saya pribadi sepertinya si Wendy mencoba bercerita dan mencurahkan isi hati tentang hubungan asmaranya, mungkin.
Di lain sisi, nampaknya efektifitas media sosial sebagai alat untuk publikasi dimanfaatkan betul oleh mereka salah satunya adalah youtube, terbukti selain aktif meramu materi-materi baru mereka juga produktif membuat video cover dari beberapa penyanyi ternama dari dalam maupun luar negeri, salah satunya yaitu single hits dari Virgoun berjudul "bukti" versi pop punk sudah berhasil direkam dan dirilis via youtube beberapa waktu lalu. Cara tersebut cukup efektif, terbukti terhitung sejak video klip lagu "Lupakan" dirilis sampai artikel ini terbit viewers sudah mencapai 1000 lebih.
"Dan dengan perlahan diriku mencoba, untuk membuktikan apa yang kau caci
hingga suatu saat kau akan tersadar, apa yang kau ucap tak akan kembali."



3. The Apprentice - "Cinta Datang Tiba - Tiba"
Unit jazz asal ponorogo yg terbilang masih sangat muda ini baru saja merilis single dan video terbaru mereka berjudul Cinta Datang Tiba-Tiba (CDTT). Yes! patut kita acungi jempol, di usia para personelnya yg terbilang masih muda sudah mampu menelurkan karya yang aduhai. Bayangkan, adik-adik yang masih berstatus pelajar SMP ini sudah yoi merilis karya sendiri. Usia segitu elo ama gua masih ngapain ya dulu?
Lagu ini ditulis oleh Yunas Genio (gitaris Mrs. Holdingsky) yang juga satu komunitas dengan The Apprentice di Jazztilan (Komunitas Jazz Ponorogo).


4. Lusa! - "Pantai Pattaya" (daur ulang single Dara Puspita)
Setelah sukses merilis EP perdananya pada tahun 2016 lalu, kali ini Lusa! mencoba meramu lagu yang sempat nge-hits di era tahun 60-an ini, semata bertujuan sebagai project non komersial dan bentuk apresiasi mereka terhadap musisi kawakan Indonesia. Di lagu ini, Lusa! mencoba sedikit memasukkan riff - riff folk hingga sentuhan rock and roll yang membuat lagu terdengar ceria dan mengasyikkan.
Terdengar kabar mereka sedang tersandung masalah hak cipta dan baru saja dikontak langsung oleh sang pencipta lagu (Bu Titiek Hamzah) yang juga pemain bass di Dara Puspita, tapi saya rasa ini hanyalah kesalahpahaman saja, mengingat Lusa! memang sama sekali tak memperjualbelikan semua hasil dari project daur ulang tersebut dan hanya membagikannya secara cuma - cuma melalui kanal youtube mereka.


5. Tanda Tanya - "Berjuang Bersama"
Unit Pop Punk baru asal kota Ponorogo beranggotakan Aziz, Sigit, Nada, Fajar ini pada awal tahun 2017 lalu berhasil merilis single terbarunya berjudul Berjuang Bersama. Nah, dari awal sampai akhir tulisan saya ini mungkin inilah lagu yang paling pas untuk jadi soundtrack perjuangan para musisi, pegiat musik, EO kolektif dan sebagainya yang terbilang berada di skala kota kedua bukan hanya Ponorogo untuk tetap mempertahankan eksistensinya dengan cara "Berjuang Bersama", seperti itu!



Sekian ulasan saya mengenai lagu terfavorit karya musisi Ponorogo di tahun 2017, semoga di tahun 2018 muncul lebih banyak lagi para musisi yang merilis karya - karya mereka, jadi nggak cuma ikut festival band melulu [baca:kompetisi band] yang berujung pada pertengkaran sesama peserta band, menyalahkan juri, tukang sound, tukang kebun, sampai tukang parkir. Pengen piala sampai saling bermusuhan? mending beli/bikin sana di toko banyak. nggak tahu tokonya? Q anterin!

[Benbenan/Amir]







Benbenan.com terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui tulisan, foto, video, dsb. Langsung kirim ke benbenandotcom@gmail.com
nantinya setiap karya yang lolos editing akan kami terbitkan di laman benbenan.com
terimakasih, selamat berkarya!



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.