Header Ads

GERAM RILIS ALBUM MINI “RIMBA”



SEMARANG - Jeda waktu cukup lama terjadi antara karya satu dengan yang baru. Progresi lamban yang dilakoni grup musik asal Semarang, Geram. "Rimba", buah kontemplasi Geram selama hampir 7 tahun dalam bentuk album mini, akhirnya meluncur pada Minggu (1/4). Album tersebut dirilis di bawah naungan Scattered Brains Society Records dalam format cakram padat.

Geram sendiri cukup kewalahan lantaran kesibukan para personilnya. Perlahan tapi pasti, keseluruhan materi di album "Rimba" mulai digarap dan memakan waktu satu tahun selama rentang 2017 ke awal 2018. Album berisi 7 buah lagu ini digarap di studio rekaman, Coco Home Studio dan melewati tahap mixing dan mastering di iWod Creative Labs.

Dalam rimba belantara, ada berbagai macam mahluk hidup. Di dalamnya pula, terdapat suatu hukum yang mengatur di mana yang kuat adalah yang berkuasa. Hal tersebut yang coba diangkat Geram sebagai representasi atas situasi dalam negeri, bahkan di belahan dunia manapun. Gambaran "Rimba" sendiri sebenarnya sudah dirangkum oleh para nenek moyang lewat "Gunungan" dalam tradisi pewayangan. Hal tersebut juga diangkat melalui sampul album garapan seniman sekaligus musisi asal Semarang, Lutfi 'Debronzes' (Syndrome).

Di album ini, Geram tidak sendiri. Terdapat beberapa karya hasil kolaborasi salah satunya bersama pentolan grup veteran Radical Corps, Rudy Murdock. Rudy mengisi lini vokal di lagu berjudul, "Regulasi Penindas". Tak hanya itu, Geram melibatkan Kholis Ketawang, seorang mahasiswa jurusan Sastra Jawa, untuk membacakan Tembang Macapat, "Serat Kalatidha" pada nomor pembuka berjudul "Serat", serta melantunkan tembang, "Dhandanggula" pada nomor "Religion In
Peace". Geram juga membawakan ulang salah satu lagu milik Radical Corps berjudul "Bantai".

Secara musikal, keseluruhan materi di album "Rimba" menyodorkan komposisi thrash metal yang groovy dengan tipikal suara yang modern. Tidak bisa dipungkiri, kuintet yang solid digawangi oleh Hatta (Gitar), Oky (Gitar), Rio (Vokal), Adi (Bass) dan Eza pada drum sejak tahun 2009 ini, banyak terpengaruh oleh punggawapunggawa thrash metal era 90-an seperti Sepultura, Exodus, Pantera dan tentunya "Big Four of Thrash". Disamping itu Geram tidak lupa dengan misinya sebagai agen Nguri-uri Budaya Jawa dengan memasukan unsur kebudayaan lokal seperti Geguritan dan juga representasi secara visual di sampul albumnya, "Gunungan Wayang". Kolaborasi apik antara Thrash Metal dengan Budaya Tradisional. Segan! (*)

Geram - Rimba



Geram – “Konspirasi Ambisi” (Stream/Download)
https://soundcloud.com/iwodcreativelabs/konspirasi-ambisi-geram

Geram
Instagram : @geramthrash
Email : geramthrash6@gmail.com
Call : +62 8965 6311 229

SBS Records
Instagram : @scatteredbrainssociety
Email : sbsmetalscene2@gmail.com
Call : +62 8965 6311 229










Benbenan.com terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui tulisan, foto, video, dsb. Langsung kirim ke benbenandotcom@gmail.com
nantinya setiap karya yang lolos editing akan kami terbitkan di laman benbenan.com

Terimakasih, selamat berkarya!



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.