Header Ads

Terilhami oleh Tarian Sakral Tanah Gayo, GAN, Rapper 17 Tahun dari Kota Ponorogo, Rilis Video Musik Terbaru


Satu lagi talenta muda lahir dari rahim gembong disko Reyogland Hip-Hop Ponorogo. Youssef Gany atau yang lebih akrab disapa “GAN” kembali menelurkan video musik untuk single terbarunya yang berjudul “Guel” pada tanggal 21 Mei 2019 kemarin, bertepatan dengan peringatan 21 tahun runtuhnya hegemoni kekuasaan Orde Baru oleh gerakan Reformasi.

Adapun terkait single terbarunya tersebut, rapper belia yang belum genap berusia 17 tahun ini mengaku terinspirasi dari kisah yang melekat di balik Tari Guel, salah satu tarian tradisional yang berasal dari Aceh. Tari yang berkaitan erat dengan folklore ‘Sengeda dan Bener Meria’ ini menurutnya memuat pesan moral yang begitu krusial.

Singkat kisah, mimpi Sengeda membawanya pada sebuah pertemuan dengan seekor gajah putih, yang konon adalah jelmaan Bener Meria, untuk menggiringnya ke Istana Sultan Aceh sebagai persembahan bagi Putri Sultan yang tengah mengidamkannya. Namun, gajah putih tersebut tidak bisa digiring dengan cara kasar, lantas Sengeda berinisiatif untuk menari di depannya, sehingga gajah putih itupun akhirnya bersedia ikut dengannya.

“Terselip makna bahwa tak perlu mewujudkan kehendak dengan kegaduhan, yang di dalamnya penuh unsur paksaan. Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah dialog yang baik, sabar, lembut, dan bersahaja. Sudah terlalu sering kita mencoba memaksa kehendak pada orang atau pihak lain. Hidup bukan melulu perkara kalah-menang.” Sahut Gan berapi-api.

Dari kisah itu, Gan tergugah untuk menyuarakan suara dan buah pikirannya dalam single terbarunya kali ini. Gan mencoba mengemas pesan moral yang terkandung dalam asal-usul Tari Guel tersebut dan berusaha membenturkannya dengan topik harian yang akan terus relevan untuk diperbincangkan.

Gan menambahkan, “Di masa sekarang, banyak orang berlomba mengajak pada ‘kebaikan’ namun cara yang ditempuh adalah dengan kekerasan.”




Lirik:

GUEL

Dengarkan, alunan beat akan menghanyutkan.
Rintihan, jiwa-jiwa yang kesakitan.
Pikirkan sejenak, biar hatimu lunak, jauhkan di benak, kata dosa, dan neraka berkerak.
Sengeda telah balik bergerak.
Masukilah ruang hampa tanpa benar dan salah.
Naluriah tuang hamba dalam sekar dan wadah.
Doa-doa, semoga-semoga, terus yakin suatu nanti alam henti berdarah.
Mari bakar melati gerakan diri tak henti ikhlas hati seakan kita menyatu dengan mati.
Lompat, lompat, loncat, loncat!
Dan...
Mari menari dan ikuti kata hati yang sedang menyendiri mencari arti.
Gerakkan ragamu, suci batin dengan ramu, dua pegangan hatimu, buat kau rasa menyatu.
Lalu tanyakan, apa yang kau lakukan, di masa kebodohan, sedang Tuhan menyaksikan.
Serapahan, kau sebut nama Tuhan, sedang kau berteriak menginginkan pembunuhan.
Kitab suci di tangan, bendera ayat di lengan.
Selalu gembar-gemborkan ayat suci kau bacakan.
Lalu mengapa laku kasar kau terbuka, tanpa duka, seorang wanita suci terus kau perkosa?



Kontak & Media Sosial:
E-mail: ganzofficial22@gmail.com
WhatsApp: +62 855 3693 0612 (Fajar)
Soundcloud: https://soundcloud.com/gan921
Instagram: @ganstateofmind | @reyoglandhiphop
YouTube: Gan StateOfMind








Benbenan.com terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui
tulisan, foto, video, dsb. Langsung kirim ke benbenandotcom@gmail.com
nantinya setiap karya yang lolos editing akan kami terbitkan di laman benbenan.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.